Muhammad Darwis, Kebijakan Satu Bus Sekolah untuk Setiap Kecamatan

Halaman : 46
Edisi 41/Desember - 2019

Lahir di Desa Bonde, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada tanggal 4 April 1944, Muhammad Darwis adalah salah seorang tokoh pendidikan sekaligus politisi yang cukup berpengaruh di Provinsi Sulawesi Barat. Inisiator berdirinya Provinsi Sulawesi Barat ini adalah penggagas kebijakan satu bus sekolah untuk setiap kecamatan di Kabupaten Majene.

Salah satu tokoh pejuang pembentukan Provinsi Sulawesi Barat ini terlahir dari keluarga pedagang rempah-rempah. Orang tuanya berlayar sampai ke Maluku dan Singapura selama bertahun-tahun. Muhammad Darwis bukanlah nama lahir bungsu dari lima bersaudara ini. Ia lahir dengan nama Salahuddin. Mulanya, ia hendak mendaftar di Sekolah Dasar Rakyat, tetapi tidak diterima karena dianggap masih terlalu kecil. Salah satu cara agar dapat diterima masuk di sekolah adalah dengan menggunakan nama salah satu peserta didik yang sudah keluar dari sekolah tersebut, yaitu Darwis. Jadi mulai saat itu Salahuddin berubah nama menjadi Darwis.

Selepas menamatkan pendidikan di Sekolah Dasar Rakyat Desa Bonde, Pamboang, pada tahun 1951 ia melanjutkan pendidikan ke SGB (Sekolah Guru B) dengan ikatan dinas pemerintah selama 4 tahun. Kemudian melanjutkan ke SGA (Sekolah Guru Atas) selama 3 tahun hingga lulus dan mendapatkan tugas belajar untuk melanjutkan pendidikan tinggi di IKIP Makassar.

Awal Karier

Tamat dari IKIP Makassar dengan latar belakang Pendidikan Biologi, Muhammad Darwis diterima sebagai guru mata pelajaran umum di SMI (Sekolah Menengah Islam). Ia berkarier sebagai guru selama satu tahun. Setelah itu, ia dipindahkan ke kantor daerah Kabupaten Majene sebagai Ajudan Bupati Majene saat itu. Dari sinilah ia memulai karier politiknya.

Kariernya semakin cemerlang ketika ia ditunjuk sebagai Kepala SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Majene. Kemudian ditunjuk menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Majene, sebelum akhirnya terjun ke dunia politik dan terpilih sebagai Bupati Majene periode 2001-2006. Setelah periode kepemimpinannya di Kabupaten Majene berakhir, Darwis terpilih sebagai ketua DPRD Majene, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat, dan ketua Dewan Pendidikan Sulawesi Barat.

Pengabdian dalam Dunia Pendidikan

Ketika menjabat Bupati Majene, Darwis mengeluarkan kebijakan satu bus sekolah untuk setiap kecamatan di Kabupaten Majene. Kebijakan itu diambil setelah dirinya melihat kondisi saat itu sebagian besar anak sekolah terpaksa harus menempuh perjalanan yang sangat jauh dengan berjalan kaki dari rumah ke sekolah.

Kebijakan satu bus untuk setiap kecamatan terbukti membantu dalam meningkatkan angka partisipasi sekolah peserta didik, terutama pada daerah yang saat itu belum dilalui akses transportasi umum. Darwis juga memiliki andil yang sangat besar dalam mencari dan menyiapkan lahan dengan lokasi yang sangat strategis untuk berdirinya LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) Sulawesi Barat yang berlokasi di Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. (*)