Belajar Akuntansi melalui Komik Digital

Halaman : 30
Edisi 37/Oktober - 2019

Oleh: Yuliana, Siswandari, Sudiyanto

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

 

Lingkungan belajar yang mendukung menjadi kunci keberhasilan dalam proses pembelajaran. Sekolah harus merancang metode pembelajaran yang efektif yang berfokus pada peningkatan pengetahuan, kemampuan, keterampilan dan sikap peserta didik. Penelitian ini melihat sejauh mana metode pembelajaran dapat mempengaruhi motivasi belajar peserta didik. Hal ini penting untuk diketahui karena metode yang tepat akan membuat proses belajar menjadi lebih efektif dan efisien.

 

Menurut Rusman, Kurniawan, & Riyana (2012) Komponen-komponen yang diperlukan dalam mencapai keberhasilan proses pembelajaran, diantaranya adanya tujuan pembelajaran, bahan pelajaran, media pembelajaran, strategi pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Dengan kata lain, pembelajaran efektif berorientasi pada keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran. Media pembelajaran merupakan sarana atau alat yang digunakan untuk menyampaikan berbagai pesan/informasi pembelajaran kepada peserta didik.

 

Karakteristik dan gaya belajar siswa yang berbeda perlu dipertimbangkan dalam menentukan media yang akan digunakan dalam belajar. Multimedia sebagai salah satu media pembelajaran, merupakan integrasi dari beberapa jenis media dan teknologi. Penggunaan multimedia dalam penyusunan materi akuntansi di SMK 3 Gemolong ini misalnya, dapat kita gunakan sebagai inspirasi untuk mengembangkan komik digital sebagai media untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

 

Penggunaan Komik Digital

Komik merupakan salah satu jenis bacaan yang banyak digemari. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang pernah dilakukan di SMK 3 Gemolong, tercatat sebesar 86,36% siswa senang membaca komik atau cerita bergambar. Komik yang sangat digemari siswa ini dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Menurut Mcloud dalam Negerete (2013) penggunaan komik dalam proses pembelajaran memberikan kontribusi tinggi terhadap daya ingat dan memori jangka panjang siswa.

 

Pengertian komik digital menurut Lamb & Johnson (2009) merupakan komik sederhana yang disajikan dalam media elektronik tertentu. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa komik digital merupakan suatu bentuk cerita bergambar dengan tokoh karakter tertentu yang menyajikan informasi atau pesan melalui media elektronik. Penyajian komik yang berbasis elektronik memungkinkan guru dapat membuat cerita komik lebih menarik dengan menambahkan unsur animasi dan suara dalam penyajiannya.

 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Yang & Wu (2011), penggunaan komik digital dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai isi pelajaran, menambah keinginan siswa dalam mengeksplorasi dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Harapannya, pembelajaran melalui komik digital akan lebih mudah dipahami siswa sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran komik digital akuntansi pada materi penyusunan laporan rekonsiliasi bank yang akan digunakan siswa SMK Muhammadiyah 3 Gemolong. Hasilnya, diperoleh fakta bahwa penggunaan buku paket yang belum optimal tidak diimbangi dengan penggunaan media dalam proses pembelajaran. Hal ini mengakibatkan banyak siswa yang merasa jenuh dan bosan dalam mengikuti pelajaran akuntansi.

 

Kenyataan tersebut diakui guru karena adanya keterbatasan sarana prasarana yang dimiliki sekolah, termasuk lemahnya kompetensi guru dalam menyusun dan mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi. Selama ini, penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi dalam proses pembelajaran hanya terbatas pada media visual berupa powerpoint yang menampilkan materi dalam bentuk personal presentation. Berdasarkan temuan di lapangan, komik digital perlu dikembangkan dalam pembelajaran akuntansi di sekolah.

 

Sajian Video Animasi

Dalam menyusun desain produk awal media terdapat beberapa hal yang harus dilakukan, yakni menetapkan standar kompetensi yang akan dikembangkan dalam media komik digital akuntansi. Kemudian dipilihlah kompetensi dasar untuk menyusun laporan rekonsiliasi bank, berdasarkan hasil analisis kebutuhan siswa yang telah dilakukan sebelumnya. Konten dan isi media komik digital ini akan membahas materi mengelola administrasi kas bank, yang selanjutnya dibuat dalam bentuk flowchart dan story board. Materi tersebut akan disajikan dalam video animasi yang terdiri dari tiga bagian.

 

Pertama, bagian pendahuluan (introduction) yang akan menyajikan informasi awal mengenai konsep pengelolaan kas perusahaan. Kedua, bagian komik digital (digital comic) akan menyajikan proses menyusun laporan rekonsiliasi yang disajikan dalam sebuah cerita komik. Ketiga, bagian latihan (drill and practice) akan menampilkan pertanyaan mengenai proses penyusunan laporan rekonsiliasi untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai materi yang disampaikan.

 

Beberapa aplikasi yang dipergunakan dalam mengembangkan media komik digital akuntansi, meliputi CorelDraw X5, Sparkol Videoscribe, Videopad, dan Articulate Storyline. Kemudian, draf validasi desain dilakukan penilaian kelayakan produk. Penilaian kelayakan komik digital akuntansi dilakukan oleh tim ahli (expert judgement) yang terdiri dari ahli media, ahli materi, ahli bahasa, dan praktisi (guru akuntansi di sekolah).

 

Berdasarkan hasil validasi ahli, secara keseluruhan materi pada komik digital akuntansi dikategorikan layak untuk diujicobakan dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran komik digital akuntansi disajikan dalam bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami siswa.

 

Tahap selanjutnya, komik digital diujicobakan kepada 10 siswa kelas XI di SMK Muhammadiyah 3 Gemolong. Hasilnya, rata-rata sebesar 82,71% siswa memberikan penilaian sangat baik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan komik digital akuntansi dalam proses pembelajaran memperoleh tanggapan positif dari siswa dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran akuntansi.

 

Siswa Antusias

Berdasarkan uraian di atas, kompetensi guru yang dibutuhkan saat ini tidak hanya sebatas mampu menguasai materi pelajaran sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Dalam mendukung keberhasilan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran, seorang guru juga harus menjadi individu yang mengenal karakteristik peserta didik dan giat dalam berinovasi mengembangkan materi pembelajaran.

 

Penyajian materi yang lebih menarik dengan memadukan berbagai unsur gambar, narasi dan animasi, terbukti efektif dalam meningkatkan antusiasme siswa untuk mengikuti proses pembelajaran. Sehingga siswa lebih konsentrasi dan aktif dalam belajar.

 

Perlu Dukungan Berbagai Pihak

Dukungan kepala sekolah dan stakeholder juga diperlukan untuk mendukung dan memfasilitasi guru melalui berbagai pelatihan dan memberikan sarana pendukung dalam mengimplementasikan media pembelajaran komik digital sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran. Pengembangan media komik digital masih perlu dikembangkan supaya tidak hanya disajikan dalam laptop/komputer, namun dapat disajikan dalam bentuk mobile phone maupun android, sehingga lebih praktis dan dapat digunakan dimanapun dan kapanpun. Karena, belajar yang digagas dalam suasana menyenangkan akan lebih indah untuk dikenang. (DLA)