Belajar? Di Rumah Belajar Saja

Halaman : 30
Edisi 41/Desember - 2019

Oleh: Bambang Warsita bambang.warsita@kemdikbud.go.id Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan, Kemendikbud

 

Dahulu, orang belajar melalui pengalaman hidupnya atau orang lain. Kini, berkat pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), belajar tidak hanya berlangsung secara formal di sekolah. Menghadirkan ‘sekolah’ bisa di mana saja dan kapan saja untuk belajar. Model pembelajaran baru itu adalah pembelajaran berbasis web bernama Rumah Belajar yang dapat diakses melalui alamat: belajar.kemdikbud.go.id. Sejauh mana portal Rumah Belajar sebagai sumber belajar ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran? Tulisan berikut merupakan hasil kajian yang disajikan untuk Anda.

Bahan belajar berfungsi sebagai sumber belajar seperti halnya guru dalam pembelajaran. Ketersediaan sumber belajar bermanfaat bagi peserta didik dan guru dalam kegiatan pembelajaran di manapun dan kapanpun, baik secara individual maupun dalam kelompok. Oleh karena itu ada tiga aspek yang harus ada dalam multimedia pembelajaran, yaitu adanya lebih dari satu media yang konvergen, interaktif, dan mandiri, dalam pengertian memberi kemudahan dan kelengkapan materi pembelajaran sedemikian rupa sehingga peserta didik dapat menggunakan untuk belajar mandiri tanpa bimbingan orang lain.

Portal Rumah Belajar memuat bukan hanya materi pembelajaran, tetapi juga berbagai pola kegiatan yang dapat merangsang, memacu, dan menantang peserta didik untuk belajar, dan menilai sendiri kemajuan belajarnya. Semua fitur portal Rumah Belajar tersebut dapat dijadikan sebagai sumber belajar untuk peserta didik PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/ MA, dan SMK. Adapun pemanfaatan sumber belajar ini dapat dilakukan secara daring maupun luring. Selain itu, bahan belajar ini dapat diunduh dan digunakan sesuai kebutuhan belajar.

Bicara tentang efektivitas pemanfaatan sumber belajar, pemanfaatan Rumah Belajar efektif meningkatkan hasil belajar peserta didik ranah kognitif aspek memahami, menerapkan, dan menganalisis pada mata pelajaran IPA materi sistem gerak pada manusia. Hal ini terlihat dari hasil penelitian Mulyadi (2015) di SMP Negeri 1 Lembang Jawa Barat tentang pengaruh pemanfaatan e-learning menggunakan “Portal Rumah Belajar Kemendikbud” terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk topik sistem gerak pada manusia.

Pemanfaatan e-learning dengan mengunakan Portal Rumah Belajar dapat membantu peserta didik dalam memahami materi pembelajaran sulit yang terdapat pada mata pelajaran IPA karena materi yang disajikan di sumber belajar dilengkapi dengan berbagai media teks, grafis, audio, video, dan animasi sehingga peserta didik dapat dengan mudah memahami materi dan mendeskripsikan halhal yang abstrak menjadi konkrit.

Sarana Pembelajaran Kelas Maya

Berkat TIK, komponen pendidikan mengalami perubahan, seperti: guru, ruang kelas, bahan belajar, dan lain-lain dapat digandakan atau diperbanyak sehingga hampir tak terbatas. Guru, ruang kelas, dan bahan belajar digandakan dengan TIK sehingga ada guru maya (virtual teacher), ruang kelas maya (virtual classroom), dan bahan belajar maya (virtual learning material) hingga evaluasi atau tes daring yang tentu saja dapat melayani kebutuhan belajar setiap orang secara nyata. Kini, orang yang belajar dapat mencari guru, kelas, dan bahan belajar maya serta aneka sumber belajar lainnya yang benar-benar dapat memenuhi kebutuhannya. Salah satu fitur utama portal Rumah Belajar adalah fitur Kelas Maya.

Fitur Kelas Maya merupakan sarana untuk pembelajaran daring. Kusnohadi (2014) mengatakan, pembelajaran maya (online learning) merupakan model pembelajaran dengan menggunakan jaringan internet sebagai saluran utama komunikasi dan interaksi pembelajaran. Penerapan pembelajaran maya meningkatkan kebebasan belajar, fleksibilitas, adaptasi, dan penerapan prinsip belajar sepanjang hayat.

Kelas maya merupakan salah satu fitur di Portal Rumah Belajar yang dikembangkan khusus untuk memfasilitasi terjadinya pembelajaran virtual antara peserta didik dan guru kapan saja dan di mana saja. Kelas Maya merupakan kelas virtual sehingga guru dapat mengajar peserta didik dari jarak jauh. Pada waktu tertentu yang terjadwal oleh guru, peserta didik dapat mengikuti pembelajaran virtual dengan guru melalui tool komunikasi sincronous (chat, video conference, audio conference, desktop sharing, whiteboard, dll).

Selain itu, peserta didik dapat belajar secara a-sincronous yaitu mempelajari materi ajar secara mandiri. Strategi pembelajaran yang dikembangkan di Kelas Maya adalah strategi pembelajaran yang bersifat konstruktivistik, pembelajaran aktif, dan berpusat pada peserta didik untuk mendorong keterampilan peserta didik.

Pada Kelas Maya, peserta didik akan mendapatkan materi, tugas, dan tes secara daring. Sedangkan guru akan memperoleh kemudahan dalam memeriksa tugas dan menilai hasil ujian peserta didik, terutama hasil ujian peserta didik akan dinilai secara otomatis dan daring. Tugas dan peranan guru selanjutnya adalah mengontrol kegiatan belajar, membantu kesulitan belajar, menjamin hasil belajar berkualitas, mengevaluasi pembelajaran, dan mengawal/membimbing peserta didik hingga kelulusan.

Hasilnya menunjukkan bahwa Kelas Maya menarik dari segi tampilan dan mudah digunakan dari sisi navigasi. Namun, tampilan perlu dibuat lebih sederhana terutama terkait prosedur ketika akan membuat materi pembelajaran. Menurut Kurniawan (2017), hambatan yang ditemukan dalam pengembangan Rumah Belajar adalah terbatasnya sarana dan prasarana serta rendahnya kemampuan guru dalam menggunakan perangkat TIK.

Adapun langkah-langkah dalam memanfaatkan fitur Kelas Maya portal Rumah Belajar adalah sebagai berikut: (1) membuka alamat web http:// belajar.kemdikbud.go.id/ Kelas Maya; (2) mendaftar sebagai guru dengan cara mengisi data yang diminta guna memperoleh akun di Kelas Maya; (3) mengelola materi pembelajaran, dengan terlebih dahulu memilih mata pelajaran dan topik; (4) mengaktifkan topik yang sudah dibuat; (5) membuat Kelas Maya dengan terlebih dahulu memilih mata pelajaran; (6) mengelola Kelas Maya; (7) membuka kunci topik Kelas Maya; dan (8) membuat ujian (Pustekkom, 2013).

Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Pemanfaatan fitur Kelas Maya pada Portal Rumah belajar ini merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Rumiyanti (2014) bahwa media interaktif berbasis Kelas Maya berpengaruh terhadap peningkatan minat dan prestasi belajar peserta didik pada topik konsep getaran gelombang bunyi Kelas XI SMK Negeri Jumo Temanggung, Jawa Tengah. Penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang mengikuti pembelajaran menggunakan Kelas Maya memiliki minat dan prestasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan peserta didik yang mengikuti pembelajaran menggunakan modul (bahan belajar mandiri tercetak). Dengan demikian, pembelajaran dengan memanfaatkan fitur Kelas Maya pada Portal Rumah Belajar terbukti mampu meningkatkan minat dan prestasi belajar peserta didik. Pada akhirnya, pemanfaatan fitur Kelas Maya pada Portal Rumah Belajar ini menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Rumah Belajar = Sumber Belajar

Hasil kajian menunjukkan bahwa Portal Rumah Belajar dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar untuk memperoleh konten atau bahan belajar, memfasilitasi pembelajaran daring antara peserta didik dan guru kapan saja dan di mana saja; dan sarana untuk meningkatkan prestasi hasil belajar peserta didik yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Portal Rumah Belajar dapat dimanfaatkan untuk sarana meningkatkan prestasi hasil belajar peserta didik yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Disarankan kepada para peserta didik, guru, dan masyarakat luas, atau siapa pun yang mau belajar agar memanfaatkan Portal Rumah Belajar. Selain itu, perlu adanya perbaikan tampilan Portal Rumah Belajar sehingga lebih menarik, lebih mudah navigasinya, dan lebih banyak lagi konten pembelajarannya.

Untuk mengakses penelitian lebih lengkap dapat mengunjungi laman berikut https://jurnalteknodik.kemdikbud.go.id/index.php/jurnalteknodik/article/view/355/426(DLA)