Eliza Kissya Merawat Mitos, Menjaga Keberlanjutan Alam

Halaman : 27
Edisi 40/Oktober - 2019

Peran Eliza Kissya sangat lekat dengan pelestarian lingkungan. Kecintaan terhadap alam dan budaya telah mengantarkannya menjadi “duta” lingkungan hidup dari Negeri Ukui. Pulau Haruku, Maluku menjadi saksi betapa kegigihan dan usahanya untuk melestarikan lingkungan melalui mitos dan budaya daerah berbuah manis.

 

Eliza Kissya lahir pada tahun 1949 di Negeri Haru Ukui, Pulau Haruku, Maluku. Ia hanya menamatkan pendidikan dasar pada sekolah dasar (SD) di kampung karena keluarga besarnya menghendaki dirinya menjadi pengurus adat atau pelanjut Kissya (Kepala Kewang). Pada tahun 1979 ia diangkat menjadi Kepala Adat Negeri Haru Ukui pada usia 30 tahun, kala Raja Negeri Haru Ukui dijabat oleh Bapak Berth Ririmase.

 

Selama menjadi Kepala Kewang, Eliza Kissya merawat adat Negeri Haru Ukui sekaligus merawat alam Negeri Haru Ukui. Eliza Kissya juga mengajak anak usia dini mencintai alam melalui tradisi Sasi Ikan Lompa. Mitos ikan lompa (asal usul keberadaan ikan lompa di Negeri Haru Ukui) merupakan salah satu mitos paling populer di Pulau Haruku. Mitos itu terus-menerus diturunkan dari generasi ke generasi sebagai upaya mengingatkan generasi muda untuk menjaga keberlangsungan ikan lompa di Pulau Haruku.

 

Sejumlah tokoh, peristiwa, perjuangan, dan persaudaraan, digambarkan dalam mitos ikan lompa yang kesemuanya itu memuara pada pelindungan alam dan ikan lompa. Selain itu, ia juga mengadakan lomba melukis, lomba menulis opini tentang lingkungan hidup, mengajak anak-anak menjaga kebersihan lingkungan, mengajari cara menanam pohon, dan cara melindungi telur burung maleo hingga menetas.

 

Kepeduliannya terhadap adat dan lingkungan berbuah berbagai penghargaan yaitu Penghargaan Kalpataru dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 1985, Satya Lencana Pembangunan yang diberikan kepada Raja Negeri Haruku dari Presiden Soeharto pada tahun 1999, Eliza juga menerima Coastal Marine Award dari Kementerian Perikanan dan Kelautan di Jakarta, KNPI Award Maluku sebagai Pemerhati Eksistensi Pantai dari KNPI Kab. Maluku Tengah serta penghargaan dari Anugerah Hijau sebagai Lifetime Achievement dari Lembaga Kanal Maluku.

 

Sementara oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ia juga ditetapkan sebagai Tokoh Inspiratif, mitra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikbud dalam kegiatan Konservasi Bahasa Daerah Haruku serta pembicara di tingkat nasional maupun internasional. (DLA)

 

Penulis: Asrif, Kantor Bahasa Maluku, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan