Resensi Buku Tokoh Pemikir Karakter Bangsa

Halaman : 26
Edisi 41/Desember - 2019

Dalam mengahadapi globalisasi dan MEA yang saat ini sudah berlangsung, Bangsa Indonesia memerlukan putra-putri bangsa yang berkepribadian dan mampu menghadapi berbagai tantangan. Kemampuan untuk mandiri dan berkepribadian tersebut harus dibentuk sejak dini melalui pendidikan karakter, baik di sekolah, rumah, maupun lingkungan sekitar.

Pendidikan karakter sebenarnya sudah sejak lama menjadi perhatian penggiat pendidikan dan pembangunan. Sejak sebelum kemerdekaan Bangsa Indonesia, pada pemuda tanah air berjuang menumbuhkan pemikiran dan kesadaran nasionalime. Tumbuhnya karakter Bangsa Indonesia juga tidak terlepas dari dicanangkannya Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda membawa berubahnya pemikiran dan karakter Bangsa Indonesia dari unsur kedaerahan menjadi Negara kesatuan.

Buku Tokoh Pemikir Karakter Bangsa membahas dinamika dan gejolak pemikiran putra-putri bangsa yang terbagi menjadi empat masalah strategis: demokrasi, kebudayaan, pendidikan, dan pembangunan dan kesejahteraan. Pembaca dibawa mendalami serta memahami pemikiran dan cara pandang tokoh pendidikan dan pembangunan di jamannya.

Buku ini memaparkan pemikiran 12 tokoh nasional Indonesia dalam mengembangkan wawasan dan pemahamaan mengenai bagaimana membentuk karakter Bangsa Indonesia. Membahas mulai dari tokoh awal pergerakan kebangsaan, Ki Hadjar Dewantara, hingga Soedjatmoko yang bergerak di era pembangunan, buku Tokoh Pemikir Karakter Bangsa menceritakan peristiwa-peristiwa pergerakan kebangsaan dilihat dari beberapa sudut pandang.

Dengan memahami cara pandang dan pemikiran kedua belas tokoh tersebut, pembaca diharapkan mampu menarik hikmah dan kearifan masing-masing tokoh dalam kehidupannya. Buku ini sekaligus mendukung berlangsungnya penanaman 18 nilai-nilai pendidikan karakter yaitu: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.