World Heritage Camp Indonesia, Pelajar Lestarikan Warisan Dunia

Halaman : 26
Edisi 41/Desember - 2019

Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengadakan World Heritage Camp Indonesia (WHCI). WHCI merupakan program pendidikan yang terkait dengan warisan dunia, khususnya warisan budaya dunia Indonesia kepada generasi muda. Program ini terinspirasi dari The UNESCO World Heritage Education Programme yang diinisiasi oleh UNESCO tahun 1994.

WHCI 2017 mengangkat tema besar “Warisan Industri Membentuk Kota”. Tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan WHCI yang melibatkan generasi muda khususnya pelajar dari berbagai wilayah Indonesia. Pelajar tidak hanya akan mengenal dan memahami tetapi juga dapat terlibat aktif dalam pelestarian serta mengkampanyekan nilai-nilai yang terkandung dalam warisan budaya dunia Indonesia kepada masyarakat. Nilai-nilai itu yang akan

menciptakan keberagaman budaya dan perdamaian dunia.

WHCI berlangsung di tiga lokasi berbeda, yakni Yogyakarta, Solo, dan Semarang pada 10-17 September 2017 diikuti 40 peserta jenjang SMA dan mahasiswa. Selama kegiatan, peserta mendapat mentoring tentang warisan budaya yang akan menambah pengetahuan dan pengalaman mereka. Dengan pengetahuan yang diperoleh, diharapkan peserta dapat bertukar pikiran, berkontribusi dalam diskusi, dan terlibat langsung dalam upaya pelindungan Warisan Dunia dengan topik seputar keterancaman Warisan Dunia.

Selain itu, peserta diajak kunjungan ke lokasi warisan budaya yang telah ditentukan, workshop, praktik lapangan, dan menyusun rekomendasi. Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya menghadirkan ahli-ahli di bidangnya sebagai narasumber workshop, antara lain ahli warisan budaya, sejarah, perkeretaapian, industri gula, tata ruang, kebencanaan, dan perencanaan tata ruang dan kebijakan.

Setelah mendapatkan pengetahuan, peserta diajak praktik langsung ke lapangan. Mereka diajarkan keterampilan dasar mengenai konservasi materi warisan budaya pada proyek-proyek konservasi di kompleks Candi Prambanan dan Kota Lama Semarang. Di akhir kegiatan, mereka diminta membuat rekomendasi langkah aksi untuk tercapainya pelestarian warisan budaya maupun warisan dunia berkelanjutan kepada pemangku kepentingan terkait.

Belajar mengenai Warisan Dunia akan memberikan pengalaman yang tidak

terlupakan mengenai kekayaan sejarah, budaya, tradisi dan lingkungan alam, baik di Indonesia maupun budaya lain di luar Indonesia. Generasi muda akan sadar bahwa kekayaan warisan budaya terus mengalami ancaman dan kehancuran akibat ulah manusia maupun kondisi alam yang mengalami penurunan kualitas. Melalui proses pembelajaran, generasi muda akan sadar dan menemukan caracara inovatif, kreatif, dan terus menerus berkontribusi menyelamatkan warisan dunia.

Membangun Kepedulian Warisan Dunia

Alumni WHCI membentuk sebuah gerakan yang dinamakan Youth Movement for World Heritage (Yovetage) guna membangun kepedulian, menjaga dan mendorong upaya pelestarian Warisan Dunia serta tempat-tempat bersejarah di Indonesia kepada generasi muda. Pemerintah berharap alumni dapat berkiprah dalam pergaulan regional dan internasional pada berbagai bentuk sesuai dengan pengetahuan, perhatian dan kepedulian terhadap Cagar Budaya khususnya Warisan Budaya Dunia yang dimiliki. (*)

Kegiatan World Heritage Camp Indonesia (WHCI) 2018 memang belum diagendakan waktunya. Namun, bagi siswa atau mahasiswa yang tertarik mengikuti kegiatan ini tahun depan, bisa mempersiapkan diri dari syarat dan ketentuan berikut ini:

Syarat berpartisipasi dalam WHCI :

  1. Pelajar SMA dan Mahasiswa maksimal Tingkat II

2.Tertarik dengan Warisan Budaya Dunia

  1. Mencintai lingkungan
  2. Kreatif dan Komunikatif
  3. Mampu bersosialisasi dalam Team

Ketentuan:

  • Mengisi formulir registrasi melalui portal WHCI.
  • Mengirimkan video durasi maksimal tiga menit tentang diri partisipan beserta alasan ingin ikut camp ini dan layak untuk dipilih. (Bisa cantumkan link google drive saja, tapi pastikan tidak diprotect)
  • Mengirimkan tulisan singkat (300-500 kata) yang berisi pendapat dan solusi mengenai “Kerusakan situs warisan budaya umat manusia akibat peperangan, bencana alam, dan lain sebagainya”.
  • Mampu berbahasa Inggris (aktif)

•  Memiliki akun di media sosial dan mengikuti akun resmi Instagram @WHCI_kemdikbud