Peningkatan Kualitas Gizi Anak Sejak Dini

Halaman : 6
Edisi 41/Desember - 2019

Siswa menjadi subjek penting dalam proses pembelajaran di sekolah. Tanpa asupan gizi yang baik, anak tidak maksimal dalam menyerap materi pembelajaran yang diberikan oleh pendidik. Menyadari pentingnya nutrisi pada anak, pemerintah sejak 1997 memulai Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS). Program tersebut kemudian dilanjutkan dengan Program Gizi Anak Sekolah (Progas) yang diluncurkan pertama kali pada 2016 hingga saat ini.

SEJUMLAH penelitian menyebut, anak dengan status kesehatan yang baik berpengaruh baik pula pada penyerapan materi pembelajaran di sekolah. Sayangnya, status gizi sebagian anak-anak Indonesia masih rendah. Pemerintah yang saat itu tengah gencar-gencarnya melaksanakan program Wajib Belajar 9 Tahun, perlu didukung dengan peningkatan gizi dan kesehatan siswa.

Melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1997, Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) akhirnya dicanangkan. Program ini dilaksanakan dengan nama “Pemberian Makanan Tambahan bagi Anak Sekolah”yang berlangsung hingga tahun 2000. Program ini tidak berlanjut di seluruh daerah sebagaimana yang diharapkan, hanya beberapa daerah yang melaksanakan program ini secara mandiri.

Pada tahun 2010 dan 2011 program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah berubah menjadi Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah dalam bentuk kudapan yang dilaksanakan di 27 kabupaten pada 27 provinsi. Program ini merupakan pemantapan program

sebelumnya dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyediaan makan berupa kudapan dari bahan pangan lokal melalui pemberdayaan masyarakat.

Tahun 2016, upaya peningkatan kualitas gizi dan kesehatan siswa ini kemudian dilanjutkan dengan program yang lebih komprehensif. Program ini menggabungkan pemberian sarapan sehat serta pendidikan gizi dan karakter agar sarapan sehat menjadi suatu kebiasaan bagi siswa sebelum mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan siswa sehat berprestasi sebagai generasi penerus bangsa. Program itu diberi nama Program Gizi Anak Sekolah atau Progas. 

Progas diluncurkan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi belajar peserta didik melalui pemberian pendidikan gizi, peningkatan asupan gizi melalui sarapan sehat dan pendidikan karakter. Pendidikan karakter diberikan agar siswa mempunyai perilaku, serta budaya hidup bersih dan sehat untuk membentuk karakter insan Indonesia yang tangguh dan berdaya saing. (*)