Sekilas Pandang Revolusi Industri 4.0

Halaman : 6
Edisi 60/Juni 2022

Revolusi industri secara sederhana dapat diartikan sebagai perubahan yang besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang atau jasa. Sejumlah pakar menyebutkan perubahan radikal ini sudah terjadi tiga kali, dan saat ini dunia sedang mengalami revolusi industri yang keempat.

Setiap revolusi industri terjadi selalu diikuti dengan perubahan besar di berbagai bidang seperti ekonomi, ketenagakerjaan, budaya, dan lainnya. Sejarah mencatat revolusi industri pertama ditandai dengan penemuan dan penggunaan mesin uap dalam proses produksi barang.

Penemuan pertama ini penting sekali, mesin uap mampu menggerakkan berbagai mesin lainnya dengan efisien dibandingkan pada masa sebelumnya yang menggunakan tenaga manusia, hewan, tenaga angin, dan sejenisnya. Penemuan mesin uap diikuti dengan penemuan-penemuan lain yang dapat meningkatkan produktivitas di dunia industri.

Selanjutnya revolusi industri kedua terjadi di awal abad ke-20 melalui penemuan tenaga listrik yang mengubah produksi barang saat itu. Penggunaan listrik di dunia industri mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi secara luar biasa dibandingkan penggunaan mesin uap. Penggunaan tenaga listrik diikuti dengan banyak penemuan brilian seperti ban berjalan di pabrik, bola lampu, radio, televisi, dan lainnya.

Setelah penemuan listrik, revolusi industri ketiga mengalami perkembangan yang pesat di bidang teknologi digital dan komputer. Teknologi digital secara cepat menggantikan teknologi analog, dan komputer digunakan secara masif di berbagai aspek kehidupan. Berbagai mesin diciptakan dengan otak komputer sehingga bisa melakukan pekerjaan seperti manusia dengan ketelitian komputer yang telah didesain sedemikian rupa.

Baca Juga: Siapkan Generasi Indonesia Berdaya Saing di Era Industri 4.0

Kini kita berada di era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan perkembangan luar biasa di bidang teknologi internet. Komputer yang kemampuannya terus berkembang menjadi lebih hebat karena tersambung ke sebuah jaringan besar yang bernama internet.

Istilah yang sangat terkenal menandai revolusi industri 4.0 yaitu “internet of things”. Penggunaan telepon pintar yang terhubung ke internet dan menjadi peralatan yang sehari-hari digunakan masyarakat pun menjadi pemicu untuk menghasilkan layanan-layanan baru yang tidak dikenal oleh masyarakat sebelumnya.

Pada revolusi industri 4.0 ini, kecerdasan buatan atau yang lebih dikenal dengan artificial intelligence dan mesin-mesin yang dapat belajar melalui pemograman juga berkembang sangat pesat. Banyak lapangan pekerjaan yang hilang karena perkembangan teknologi di era ini, namun juga banyak lapangan kerja baru yang bermunculan yang bisa menjadi sebuah profesi masa kini.

Tak hanya itu, banyak juga produk yang mati karena tidak lagi diminati oleh masyarakat, namun di sisi lain banyak produk dan layanan baru yang bermunculan dan digandrungi oleh masyarakat global saat ini. Di era revolusi industri 4.0 ini, tantangan penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di dunia global menjadi semakin besar dan kompetitif. (WID)