Laboratorium Maya: Praktikum Efektif dan Menyenangkan

Halaman : 20
Edisi 63/November 2022

Pada kondisi ideal sekolah, keberadaan laboratorium menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Namun, belum semua sekolah di Indonesia memiliki laboratorium yang memadai bahkan ruangan laboratorium pun belum ada. Lalu apa langkah yang bisa dilakukan oleh sekolah agar siswa tetap dapat memahami konsep yang sudah diajarkan untuk dipraktikan?

Laboratorium merupakan unsur penting dalam mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah. Laboratorium juga merupakan sumber belajar yang efektif, karena di laboratorium siswa dapat mempraktikkan langsung konsep yang sebelumnya diajarkan di kelas, sehingga terjadi peningkatan pemahaman pada siswa.

Salah satu alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan memanfaatkan laboratorium kering (dry lab) atau lebih dikenal dengan sebutan laboratorium maya. Laboratorium maya merupakan bentuk pemanfaatan teknologi pada mata pelajaran sains. Hal ini seiring dengan perkembangan kurikulum yang mulai mengintegrasikan mata pelajaran dengan teknologi informasi dan komunikasi.

Dalam pemanfaatannya, simulasi percobaan dengan laboratorium maya dapat dilakukan di laboratorium komputer. Guru berperan mempersiapkan siswa, membimbing langkah-langkah praktikum dari perangkat lunak laboratorium maya kepada peserta didik, untuk kemudian mereka uji coba sendiri. Namun, terlepas dari pemanfaatannya di sekolah, semestinya kelebihan laboratorium maya adalah dapat digunakan di mana saja dan kapan saja sebagai sarana belajar siswa.

Baca Juga: Lentera Anak Dalam Literasi Digital

Untuk itulah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Teknologi dan Informasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) mengembangkan fitur laboratorium maya (lab maya) di aplikasi rumah belajar. Lab maya dibuat agar siswa dan pendidik dan guru dapat melakukan percobaan-percobaan di laboratorium secara virtual (maya).

Dalam fitur lab maya simulasi praktikum disajikan secara interaktif dan dikemas bersama lembar kerja siswa dan teori praktikum. Fitur ini menyediakan konten untuk mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) dan matematika dengan kategori sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Khusus untuk praktikum mata pelajaran IPA jenjang SMA, jenis simulasi terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu biologi, fisika, dan kimia. Fitur lab maya juga menyediakan petunjuk cara melakukan simulasi dan teori yang terkait dengan percobaan tersebut.

Bagi guru yang ingin memanfaatkan lab maya, langkah terpenting yang bisa dilakukan adalah melakukan identifikasi konten dan membuat rancangan pembelajaran terlebih dahulu. Dengan begitu aktivitas belajar siswa dapat berjalan efektif, sesuai dengan perencanaan dan strategi yang telah disusun, terutama dalam memanfaatkan Lab maya secara daring.

Kelebihan lainnya, Fitur lab maya juga menyediakan menu untuk membuat kelas lab maya. Ketika membuat kelas lab maya, pendidik dapat memilih siswa yang akan mengikuti kelas tersebut, menuliskan petunjuk pengerjaan tugas, mengunggah dokumen sebagai referensi siswa, serta membuat aktivitas diskusi secara daring. Lalu, bagaimana jika sekolah ataupun siswa memiliki keterbatasan jaringan internet?

Lab maya dapat diakses di portal Rumah belajar dengan alamat belajar.kemdikbud.go.id

Baca Juga: Sekilas Pandang Revolusi Industri 4.0

Semua percobaan atau simulasi yang tersedia di Lab maya dapat diunduh oleh pengguna dengan melakukan registrasi dan login di belajar.kemdikbud.go.id terlebih dahulu. Setelah itu, pengguna dapat memilih kategori jenjang pendidikan dan topik-topik mana saja yang akan dimanfaatkan. Langkah selanjutnya, unduh topik tersebut. Setelah diunduh pengguna akan dapat melakukan percobaan kapan pun tanpa harus tergantung dengan jaringan internet.

Dengan adanya lab maya, kendala ruang laboratorium serta peralatan yang dihadapi sekolah dapat tersubsitusi. Ini artinya, lab maya menjadi dapat menjadi solusi karena dari segi biaya pemanfaatan lab maya jauh lebih murah daripada membangun laboratorium dan melengkapi berbagai sarana di dalamnya. Hal ini tentu saja dapat dimanfaatkan oleh sekolah yang masih menunggu kelengkapan sarana praktikum atau membangun sebuah laboratorium.

Ketika kondisi laboratorium dan peralatan praktikum sudah tersedia, lab maya tetap dapat menjadi alternatif sarana pembelajaran yang menyenangkan, karena dapat diakses melalui gawai di mana saja dan kapan saja. Inovasi pembelajaran dengan pemanfaatan Lab maya ini pun sudah dilakukan oleh Setela Tololiu, guru mata pelajaran Fisika SMA di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Stela yang juga merupakan duta rumah belajar dari Provinsi Sulawesi Utara, merasakan manfaat lab maya dalam mengatasi keterbatasan peralatan di laboratorium sekolah. Kehadiran rumah belajar dengan berbagai fiturnya Ia rasakan memberi manfaat besar, terutama dalam proses pembelajaran fisika. “Percobaan fisika menggunakan laboratorium maya rumah belajar berlangsung efektif. Tujuan pembelajaran tercapai dan pembelajaran menjadi aktif dan menyenangkan,” tuturnya. (PPS)

Sumber: Pustekkom